Berita

Gelang Anti Penculikan

LONDON, alumniITS.com – Bagi para pekerja sosial atau petugas medis yang bekerja di wilayah konflik, penculikan tentu
menjadi ancaman nyata yang harus mereka hadapi. Teknologi pun kemudian dikembangkan untuk membantu para pekerja sosial yang bekerja di wilayah konflik.

Dilansir dari laman BBC, Senin (8/4/2013), salah satu teknologi yang dikembangkan adalah gelang pintar (smart bracelet).
Gelang ini dilengkapi dengan alarm peringatan yang bisa memberitahu orang lain jika orang itu diculik. Gelang ini
dibenamkan teknologi yang bekerja layaknya ponsel.

Gelang ini juga dilengkapi dengan navigasi satelit untuk melacak lokasi keberadaan pemakainya. Selain melalui panggilan
telepon, peringatan juga bisa diatur untuk dikirim via Facebook atau Twitter. Ini juga dilakukan untuk memastikan pemakai
gelang ini diketahui keberadaannya.

Adalah lembaga Civil Rights Defender yang mengembangkan gelang pintar ini. Konsepnya adalah membantu para pekerja yang berada di wilayah konflik, terutama yang sedang dilanda perang.

Peringatan pun bisa diatur oleh pemakai. Jadi mereka bisa mengatur secara manual jika merasa terancam, atau peringatan akan otomatis terkirim jika dideteksi dilepas secara paksa. Peringatan itu akan memberikan lokasi terakhir saat gelang dicopot, yang tentu menjadi indikasi lokasi penyerangan.

Dengan peringatan ini, pekerja lain yang ada di dekat orang yang mengirim peringatan pun bisa melakukan antisipasi. Dengan demikian mereka bisa tahu situasinya, dan dapat menentukan untuk menyelamatkan diri atau membantu rekannya yang diculik.

“Sebagian besar dari kita, yang diberi kesempatan, akan membantu orang lain yang dalam keadaan bahaya,” kata Direktur Eksekutif Civil Rights Defender RObert Hardh. “Para pembela hak sipil ini mengorbankan nyawa mereka untuk orang lain, misalnya untuk memperoleh hak memberikan suara dalam pemilu atau agar orang lain menjalankan kepercayaan yang mereka miliki,” ucap Hardh.

Rencananya, ada 55 gelang pintar yang akan dibagikan hingga akhir 2014. Dengan adanya gelang ini, pemerintah dari negara asal orang yang diculik pun akan diminta untuk melakukan tindakan penyelamatan yang nyata.

Gadget ini sendiri awalnya dibuat setelah terjadinya penculikan dan pembunuhan yang menimpa Natalia Estemirova, pembela hak pekerja asal Chechnya pada 2009 silam. Ketika itu Estemirova terlibat dalam proses dokumentasi penindasan terhadap warga sipil oleh milisi yang didukung pemerintah setempat. ([email protected])