Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

GAPKI: Buruh Indonesia Pilih Kerja di Pabrik Ketimbang Perkebunan

JAKARTA, alumniITS:
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengaku terlalu berambisi melakukan ekspansi lahan. Akibatnya, mereka malah mengalami problem pasokan tenaga kerja.

Direktur Eksekutif GAPKI Fadhil Hasan menyatakan beberapa perusahaan sawit di Kalimantan sampai sekarang selalu kekurangan pekerja. Selain ekspansi lahan tidak berbanding lurus dengan ketersediaan tenaga kerja di daerah, dia juga menyoroti alasan lain. Yaitu rendahnya minat buruh Indonesia bekerja di sektor perkebunan.

“Tenaga jarang di Indonesia banyak yang engga mau bekerja di perkebunan. Saya juga tidak tahu sebabnya, tapi banyak yang lebih suka bekerja di sektor lain, misalnya pabrik,” ungkap Fadhil seperti dilansir merdeka.com, Senin (31/12).

Dia heran dengan rendahnya animo bekerja di kebun sawit. Padahal perusahaan sawit dalam negeri selalu berusaha memberi gaji di atas upah minimum provinsi (UMP). Fadhil mengklaim ribut-ribut soal upah hanya terjadi di industri padat karya perkotaan, bukan perkebunan.

“Di perkebunan sawit, pekerja engga ada protes soalminimum wage, karena karyawan sawitdi Indonesia sudah mendapat gaji lebih tinggi dariminimum rate di daerah itu,” akunya.

Meski demikian, Fadhil yakin ekspansi lahan gila-gilaan adalah faktor utama pengusaha sulit mencari tenaga kerja terampil untuk mengelola kebun sawit. Kebun sawit biasanya dibuka di luar Jawa, misalnya Sumatera dan Kalimantan, sehingga tidak banyak tersedia angkatan kerja berusia produktif seperti di Jawa.”Kekurangan tenaga kerja itu terjadi karena ekspansinya perusahaan sawit luar biasa,” ujarnya.

Dari pantauan GAPKI kelompok yang sangat bergairah membuka lahan baru adalah petani swadaya sawit yang tersebar di banyak wilayah Indonesia. Tahun lalu, jumlah ekspansi perkebunan rakyat mencapai 232.000 hektar. Sementara ekspansi lahan sawit baru dari pihak swasta sebesar 285.000 hektar.

Sejauh ini sektor kelapa sawit Tanah Air menyerap 10 juta pekerja dari sektor hulu sampai hilir. Indonesia merupakan negara produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terbesar sejagat, menguasai 47 persen pasar ekspor minyak nabati dunia.
(endy – [email protected])