Berita

BPPT Kembangkan Aplikasi Radar Prediksi Bencana

JAKARTA, alumniITS – Kemampuan radar yang makin mutahir, selain untuk observasi meteorologi, juga untuk sistem peringatan dini bencana- menjadikan radar sebagai instrumen penting. Karenanya, BPPT bersama JAMSTEC bekerjasama dalam pengembangan aplikasi radar cuaca untuk prediksi bencana seperti banjir.

Menurut Project Manager of STREPS MCCOE, Fadli Syamsudin, BPPT saat ini dalam proses mengadopsi model yang dipakai di JAMSTEC. “Radar  JAMSTEC Jepang memang lebih bagus dan akurat karena sudah menggunakan model. Sedangkan radar kita belum menggunakan model,” ucapnya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/3)

Fadli menambahkan, nantinya akan dipakai dua bentuk model dalam radar. Model pertama khusus untuk masukan radar, sedangkan yang kedua model untuk menghitung akurasi curah hujan. “Data-datanya akan dimasukan dalam software. Bahkan puting beliung pun akan dapat diprediksi,” imbuhnya lagi.

Takeshi Maesaka, senior researcher di National Research Institute for Earth Science and Disaster Prevention (NIED), mengatakan pihaknya telah mengembangkan pemodelan curah hujan atau Estimasi Presipitasi Kuantitatif (QPE) dengan menggunakan radar X-band multi-parameter (MP).

Jejaring itu diklaim mampu memprediksi curah hujan secara akurat, tanpa perlu kalibrasi penakar hujan. Alat ini dapat membuat Estimasi Presipitasi Kuantitatif dengan resolusi waktu 1 menit.

Hadir dalam acara Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA), Ridwan Djamaluddin, Leader of the SATREPS MCCOE Project, Manabu D Yamanaka, Senior Researcher NIED, Takeshi Maeseka, Fusanori Miura dari Yamaguchi University, serta para peserta dari LAPAN, BMKG dan kalangan non pemerintah.

Tujuan dari workshop tersebut diantaranya menginformasikan status terkini dari jaringan observasi radar di benua maritim Indonesia serta mendiskusikan dan mengajukan mekanisme koordinasi yang memungkinkan untuk mengelola dan mengembangkan jaringan observasi radar di benua maritim Indonesia.

BPPT dan JAMSTEC telah bekerja sama selama lebih dari 12 tahun untuk meneliti variasi atmosfer menggunakan jaringan observasi radar di sepanjang ekuator benua maritim Indonesia dalam proyek HARIMAU (Hydrometeorological Array for Intraseasonal-variation Monsoon AUtomonitoring) dan SATREPS-MCCOE (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development – Maritime Continent Center of Excellence). Jaringan observasi radar yang terdiri dari radar cuaca dan wind profiler, telah terbukti bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang atmosfer di daerah tropis ekuator. ([email protected])