Berita

BPPT Harapkan Hasil Perekayasaan Diproduksi Massal

JAKARTA, alumniITS.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memamerkan sejumlah hasil perekayasaannya.  Produk-produk hasil perekayasaan karya anak bangsa ini diharapkan menarik perhatian mitra industri agar bisa diproduksi massal.

Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar mengatakan pameran teknologi dalam rangka menyambut HUT BPPT ke-35 dan Hari Teknologi Nasional Agustus 2013 ini merupakan hasil perekayasaan BPPT yang sebagian besar sudah diterapkan.

“Hasil perekayasaan ini semoga menarik mitra industri untuk bekerja sama melakukan proses industrialisasi sehingga
meningkatkan peran teknologi di negara ini. Sehingga produk-produk hasil perekayasaan ini bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” katanya di sela-sela pembukaan pameran teknologi BPPT di lobi gedung II BPPT di Jakarta, Selasa (20/8).

Dalam pameran ini, BPPT menampilkan alat pembaca kartu elektronik (card reader) e-KTP, demo e-voting, pesawat udara nir awak jenis Sriti, Wulung dan Alap-Alap.

Tak hanya itu, pameran yang akan berlangsung hingga 22 Agustus 2013 ini menampilkan berbagai produk kesehatan seperti obat herbal dan kosmetik. Kemudian terkait diversifikasi pangan BPPT juga menampilkan hasil olahan tanaman Sorgum.

Dalam hal kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, BPPT menampilkan sebuah pangan darurat yakni BiskuNeo. Produk ini adalah sebuah biskuit yang telah direkayasa dengan komposisi pangan yang mampu memberikan daya tahan bagi korban bencana alam yang mengkonsumsinya.

Di samping itu, BPPT juga menampilkan berbagai rekayasa teknologi energi alternatif seperti produk biodiesel, pembangkit listrik tenaga panas bumi dan fotovoltaik.

Selain pameran, dalam kesempatan yang sama BPPT melakukan penandatanganan nota kerja sama (MoU) dengan Universitas Bung Karno (UBK) dan industri terkait produksi bioplastik dan metaglukan untuk makanan dan minuman fungsional.

Rektor UBK Sunarto mengungkapkan kerja sama perdana dengan BPPT ini diharapkan memberi implikasi positif. UBK pun
menginginkan adanya peningkatan mutu, sumber daya manusia, akademik dan kurikulum. “Dengan begitu kita bisa andil lebih baik terhadap lulusan kita nanti,” ujarnya.

UBK memiliki fakultas teknik dengan empat program studi yakni elektronik, mesin, arsitek dan mesin perencanaan. Adapula fakultas ilmu komputer dan sistem informatika.

Marzan menambahkan dari sejumlag program studi yang dimiliki UBK ini terbuka peluang kerja sama seperti dalam pemanfaatan fasilitas laboratorium BPPT bagi dosen atau mahasiswa tingkat akhir.

“Kita pun akan memperkaya kurikulum dengan mata kuliah techopreneurship. Jadi tidak menjadi beban ketika mencari kerja namun bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkap Marzan. (endy)