Berita

BP Migas Tunggu Klarifikasi Biaya Kilang Tangguh

Jakarta-alumniITS :

Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi menunggu klarifikasi dari BP Berau Ltd soal pembebanan biaya proyek kilang ketiga Tangguh, Papua Barat yang diperkirakan mencapai 12 miliar dolar AS.

Deputi Perencanaan BP Migas, Widhyawan Prawiraatmadja, mengatakan bahwa klarifikasi terkait dengan upaya mempertahankan penerimaan negara dari hasil produksi kilang Tangguh unit pertama dan kedua. “Kami ingin penerimaan negara dari kilang Tangguh ‘train’ 1 dan ‘train’ 2 tidak berkurang karena adanya pengembangan ‘train’ 3,” katanya di Jakarta, Jumat (12/10).

Dikatakan, setelah mendapat klarifikasi, pihaknya siap menyetujui “plan of further development” (POFD) atau rencana pengembangan lanjutan untuk train 3 Tangguh. “Kami akan menyetujui POFD lapangan gas Tangguh segera setelah klarifikasi tersebut diserahkan,” katanya.

Pembahasan teknis dan administratif POFD, telah dilakukan dan sudah dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami berharap akan ada kesepahaman bersama di antara para pihak sehingga seluruh proses persetujuan POFD lapangan gas Tangguh dapat segera dituntaskan,” ujarnya.

Pada tanggal 24 September 2012, BP Berau Ltd telah mengumumkan dimulainya proses tender prakualifikasi proyek “train” 3 Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat berkapasitas 3,8 juta ton per tahun.

Proyek mencakup pula pembangunan fasilitas penerimaan gas di darat, dermaga, tangki penampungan LNG, dan tangki penyimpanan kondensat.
Pemenang tender dijadwalkan ditetapkan akhir 2012 atau awal 2013 sehingga selesai 2016.

Proyek perluasan kilang LNG Tangguh dapat segera dimulai menyusul kepastian tambahan cadangan gas sebesar 700 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sebanyak 500 MMSCFD di antaranya akan dipasok ke kilang LNG dan sisanya untuk industri petrokimia dan listrik di Papua.

Pemerintah sudah menyatakan akan mengalokasikan 40 produksi “train” ketiga LNG Tangguh atau sekitar 200 MMSCFD untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. (guh)