Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

BondRI Angin Segar Pasar Modal


JAKARTA, alumniITS – Aktivitas pasar modal memiliki peranan penting dalam menumbuhkembangkan perekonomian nasional. Selain memberikan fungsi ekonomi, pasar modal juga memberikan fungsi keuangan yang mampu menunjang pertumbuhan pembangunan nasional.

Tentunya, fungsi ini perlu didukung dengan sumber daya manusia yang efektif dan mampu mengelola dinamika pasar modal yang kompleks dengan beragam investasi.
 
“Kehadiran BondRI atau Bond Research Institute yang beroperasi di bawah naungan PT Efek Pakarindo memberikan angin segar dalam ranah jasa keuangan dan pasar modal Indonesia,” papar Tumpal Sihombing selaku Direktur Utama BondRI  dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (31/1).

Sesuai misi BondRI sebagai agen perubahan konstruktif, lanjut Sihombing BondRI  menjanjikan untuk dapat menyediakan kebutuhan informasi dan data yang akurat dan kredibel berbasiskan pada riset dan jasa pengembangan kapasitas sumber daya manusia, yang berkelanjutan yang bermutu bagi segenap pelaku jasa keuangan dan pasar modal domestik agar dapat bersaing dengan pelaku global.
 
Selain layanan data dan informasi yang akurat, BondRI juga menyediakan program edukasi best practice data dan informasi dalam rangka menggali potensi para pelaku pasar ke level terapan. Tentunya, edukasi ini dapat menjadi referensi ilmu bagi para pelaku jasa keuangan dan pasar modal dalam mengambil keputusan dengan tepat terkait dengan investasi yang dimilikinya, tambahnya.
 
Para pelaku jasa keuangan dan pasar modal dapat memanfaatkan layanan BondRI sebagai penyedia data dan informasi yang  akurat dan terpercaya karena BondRI didukung oleh para profesional handal yang berpengalaman dengan latar belakang akademik yang relevan dan kuat dibidangnya,.  

“Kami memberanikan diri menjadi lembaga yang pertama fokus kepada riset dan edukasi dibidang obligasi dan fixed income.  Dan kami berharap apa yang kami kerjakan akan menjadi added values baik bagi investor, ataupun bagi perkembangan pasar modal indonesia yang lebih sehat dan rasional.” tambahnya,
 
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Frederica Widyasari Dewi menyambut positif kehadiran Bond Research Instititute.  Pengembangan sumber daya manusia yang handal, kapabel dan memiliki keahlian di industri pasar modal diharapkan dapat memperkuat pengembangan pasar modal Indonesia. Kehadiran BondRI dapat mendukung dan bersinergi dengan program-program pengembangan pasar modal Indonesia yang dilakukan oleh pihak regulator, SRO dan pelaku pasar.

“Salah satu tantangan utama pihak regulator adalah upaya untuk memperkuat pasar modal, kehadiran BondRI ini secara positif kami harapkan dapat menjaga integritas & independensi” pungkasnya
 
Menurut Melchias Mekeng, anggota komisi XI DPR-RI, pelaku pasar akan menyambut baik kehadiran BondRI sebagai lembaga yang bisa memadukan antara aspek bisnis dengan edukasi yang akan membawa manfaat bagi perkembangan dunia investasi kita di pasar modal.

“Investor di pasar obligasi tidak hanya memerlukan keamanan atas pengembalian pokok obligasinya, tapi juga yang paling penting adalah likuiditas investasi.” tandasnya.
 
Firdaus Djaelani, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan menilai otoritas Jasa Keuangan juga memberikan perhatian pada pengembangan pasar Obligasi. Kurang berkembanganya obligasi korporasi dibandingkan dengan obligasi pemerintah, baik dari sisi nilai maupun transkasi , salah satunya bisa jadi karena kekurangtahuan pelaku atau lembaga-lembaga yang menjadi investor obligasi.

Kehadiran BondRI sebagai lembaga riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi market dan dapat membantu para pelaku sehingga pada akhirnya akan membuat pasar menjadi lebih likuid dan berkembang, katanya.

Dengan nilai – nilai yang diusung sebagai penyedia data dan informasi yang akurat melalui riset  dalam mendukung investasi, BondRI diyakini dapat berperan menjadi counterpart terpercaya bagi pelaku di industri jasa keuangan dalam mengembangkan industri dan pasar domestik agar semakin kuat dan solid dalam dalam mendukung perekonomian nasional. (endy – [email protected])