Berita

Billing Rate Konsultan Jasa Kontruksi Masih Rendah

JAKARTA, alumniITS:
Ketua Umum Ikatan Konsultan Indonesia (Inkindo) Bachder Johan menilai hambatan dalam penerapan good corporate governance di sektor konsultan jasa konstruksi, antara lain persaingan tidak sehat serta beban biaya langsung personil (billing rate) para konsultan jasa kontruksi yang masih sangat rendah.

“Billing rate yang terlalu rendah, membuat banyak konsultan Indonesia yang akhirnya memilih bekerja di luar negeri, yang menjanjikan pendapatan lebih tinggi,” papar Bachder Johan pada workshop Towards Good Corporate Governance di Jakarta, Rabu (24/10)

Sebenarnya, sambung Johan, Billing rate rendah juga kesalahan para konsultan sendiri, yang menawarkan harga sangat murah. Sebaliknya juga ada kesalahan pemerintah  yang menetapkan remunerasi konsultan terlalu rendah.

Dicontohkan pendapatan konsultan jasa konstruksi asing yang bekerja di Indonesia per bulannya bisa mencapai Rp 160 juta. Sedangkan untuk konsultan lokal paling tinggi hanya memperoleh Rp 15 juta.

Dengan alasan tersebut, dapat dimaklumi jika banyak konsultan nasional berusaha mendapat pekerjaan di luar negeri seperti Malaysia, Thailand dan Uni Emirat Arab untuk penghasilan lebih tinggi. “Padahal kita yang kasih seminar, training, setelah tamat sudah selesai pindah ke tempat lain,” sesal Bachder.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerin PU Basoeki Hadimoeljono mengatakan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen infrastruktur bidang PU secara bersama-sama antara birokrasi dan penyedia jasa.

“Selama ini birokrasi dituntut untuk melakukan reformasi birokrasi, namun jika tidak didukung penyedia jasa hal itu tidak akan bisa, karena itu hari ini kami mengajak Inkindo untuk mendiskusikannya,” ungkap Basoeki.

Basoeki menambahkan kedepannya workshop serupa juga akan diadakan dengan mengajak asosiasi kontraktor dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN).  (endy – [email protected])