Rabu, Oktober 23, 2019
Berita

BI: Tak Ada Kartel Suku Bunga

JAKARTA, alumniITS.com – Bank Indonesia (BI) menegaskan tidak ada indikasi kartel sengaja mengatur suku bunga di perbankan. Hal itu terlihat dari hasil laporan masing-masing bank melalui transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

“Soal kartel dan oligopoli, kami tidak melihat adanya suatu indikasi demikian,” kata Deputi Gubernur BI (Terpilih) Perry Warjiyo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Panja Suku Bunga di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Senin (8/4).

Dengan begitu, pernyataan tersebut telah menjawab isu adanya kartel suku bunga perbankan yang pertama kali dihembuskan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Berdasarkan analisis BI, kondisi SBDK yang berbeda-beda di setiap bank menunjukkan masih tingginya suku bunga kredit bukan berasal dari adanya kesepakatan beberapa bank.

“Kemudian ada benchmarking, itu terkait dengan persaingan suku bunga kredit sesuai pasar, sehingga suku bunga mirip-mirip. Ini bukan kartel. Kalau memang ada kartel, justru suku bunga cenderung stabil atau bahkan meningkat,” tukas Perry.

Pada akhir 2008, BI mencatat rata-rata suku bunga kredit industri perbankan sebesar 15,39% dan turun menjadi 13,24 persen pada Desember 2010. Kemudian pada akhir 2012, angkanya turun ke level 12,06 persen. ([email protected])