Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Banjir, Kerugian Ekonomi Capai Rp2 M Per Jam

JAKARTA, alumniITS – Banjir yang melanda ibukota Jakarta membuat aktivitas ekonomi lumpuh total dan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Jakarta. Sejumlah dampak yang dirasakan pengusaha yang menonjol adalah terganggunya distribusi barang dan aktivitas logistik, tersendatnya transaksi keuangan dan bisnis, tersendatnya proses produksi, dan aktivitas kantor yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Ini akibat karyawan yang tidak masuk kerja. Sebagai pusat perekonomian nasional, ekonomi Jakarta sangat terganggu dengan musibah banjir yang sampai saat ini pemerintah belum punya solusi yang pasti untuk mengatasinya,” ujar Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, kepada liputan6.com di Jakarta, Jumat (18/1).

Sarman memperkirakan, kerugian ekonomi Jakarta jika diakumulasikan secara umum bisa mencapai Rp1,5 – 2 miliar  per jam. Pengusaha menurutnya, sangat beharap Pemprov DKI Jakarta dengan dukungan penuh pemerintah pusat, sudah harus segera
merumuskan dengan serius dan fokus untuk menyelesaikan permasalahan banjir di ibukota, dengan target waktu yang jelas.

Dikatakan Sarman lagi, masalah banjir ini sangat merugikan dunia usaha dan masyarakat, serta akan menganggu pertumbunan ekonomi Jakarta. Keseriusan Gubernur DKI Jakarta menurutnya diuji saat ini, bagaimana agar permasalahan Jakarta yang sudah bertahun-tahun tidak terselesaikan itu bisa ditangani dengan baik.

“Saya ambil contoh di kawasan industri Pulogadung yang terkena banjir setinggi 40 sentimeter sampai 1 meter dan praktis 300 pabrik berhenti dan 60 ribu tenaga kerja tidak bekerja. Nilai kerugian mencapai 1,5 miliar sampai 2 miliar per hari per perusahaan di kawasan Pulogadung tersebut,” paparnya.

Itu, lanjut dia, hanya pada satu kawasan industri saja. Adapula kerugian transaksi perdagangan sebesar Rp 1, 5 miliar sampai Rp 2 miliar per jam di pusat perdagangan seperti Mangga Dua dan Tenabang.

Di samping kerugian ekonomi, Sarman menilai performance Jakarta sebagai ibukota negara RI di mata dunia, juga harus dijaga. Apalagi ketika banjir sudah memasuki jalan utama seperti Bundaran HI, Jalan Thamrin dan Istana Negara.

“Dalam hal ini, kita berharap agar pemerintah pusat memberikan dukungan penuh kepada Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi penyelesaian banjir yang sangat merugikan kita semua. Bila perlu, Presiden membentuk Tim Terpadu yang dapat mengkoordinasikan bebagai pembangunan sarana dan dan prasarana serta infrastruktur, yang mampu mewujudkan Jakarta terbebas dari banjir,” katanya.

Ditambahkan pemerintah pusat dan daerah saling bahu membahu mengambil langkah-langkah agar perekonomian DKI Jakarta kembali normal. “Pemerintah tidak bisa santai karena Jakarta merupakan pusat ibu kota, investasi, pariwisata dan perdagangan,” tandas dia.   (endy – [email protected])