Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

Asteroid DA14 Dekati Indonesia


JAKARTA, alumniITS – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melaporkan Asteroid 2012 DA14 akan mendekat ke Bumi sehari usai Valentine, atau dini hari Waktu Indonesia Barat, 16 Februari 2013 mendatang.

Batu angkasa sepanjang 150 kaki atau 45,7 meter akan berada dalam jarak relatif sangat dekat, di bawah satelit buatan manusia yang mengorbit di sekitar planet kita. Jaraknya hanya sekitar 17.000 mil atau 27.358,8 kilometer, lebih dekat dari satelit geostasioner yang diluncurkan manusia ke luar angkasa — yang berjarak 22.200 mil atau 35.727 kilometer di atas Bumi.

Penjelasan NASA tersebut dibenarkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). “Asteroid 2012 DA14 mendekati bumi pada 16 Februari sekitar pukul 02.26 WIB. (Asteroid) melintasi pada titik tedekat bumi (dengan) jarak sekitar 21 ribu km,” ungkap Deputi Bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN, Thomas Djamaluddin, di Jakarta, Selasa (5/3)

Dituturkan dia, lintasan terdekat asteroid yang ditemukan astronom Spanyol pada 2012 itu adalah Indonesia. Sehingga, pengamatan terhadap asteroid saat melintas bumi akan terlihat paling jelas dari Indonesia.

“Benar, paling jelas (dilihat dari Indonesia). (Asteroid) Diperkirakan pada Sabtu (16 Februari) dini hari pada beberapa menit bisa diamati dari Indonesia dengan menggunakan teleskop,” jelas Thomas.

Senada dengan LAPAN, NASA juga menyatakan Indonesia adalah tempat terbaik untuk mengamati 2012 DA14. Sementara pengamat langit di Eropa Timur, Asia, dan Australia tetap bisa menikmati tampilan batu angkasa saat melayang dengan kecepatan 17.400 mph.

Tahun 2013, Asteroid DA14 2012 ini memang tak berpotensi menabrak bumi. Namun, asteroid ini punya potensi akan menghantam bumi pada 97 tahun mendatang, tepatnya pada 16 Februari 2110. Meski kemungkinannya amat tipis, yakni 1:7.692.308.000.

“2013 ini bahkan perhitungan bumi pada jarak terdekat (yakni) 21 ribu km. Dan ini diperkirakan berdasarkan data saat ini akan berpapasan dengan bumi. (Baru) berpotensi menimbulkan tumbukan atau tabrakan pada 97 tahun mendatang, 16 Februari 2110,” kata Thomas. Itu pun belum tentu terjadi.

Pada 16 Februari besok, asteroid tidak berdampak apa-apa. Kemungkinan bakal menabrak satelit, “juga kecil kemungkinan,” tandas Thomas, seperti dikutip liputan6.com. ([email protected])