Berita

AS Pakai Energi Ramah Lingkungan untuk Buat Bom Nuklir


TEXAS, alumniITS.com – Pemerintahan Barack Obama memulai proyek sumber energi tenaga angin terbesar di Amerika Serikat yang diklaim sangat ramah lingkungan, namun masalahnya energi yang dihasilkan akan digunakan untuk membuat bom nuklir.

Proyek ini akan digarap bersama Siemens USA, cabang perusahaan Jerman di Amerika, yang akan membuat turbin angin yang menjadi sumber energi utama. Peletakan batu pertama dilakukan Selasa lalu oleh pemerintah untuk membangun Proyek Energi Terbarukan Pantex.

Proyek ini dijadwalkan rampung musim panas ini dan akan memiliki lima turbin angin masing-masing berkapasitas 2,3 megawatt di area seluas 1.500 ekar di wilayah Texas.

“Pantex membawa misi untuk mengamankan Amerika, dengan memasok kekuatan nuklir, dan sekarang akan menjadi rumah masa depan bagi pusat listrik tenaga angin terbesar yang dimiliki pemerintah federal,” menurut pernyataan dari pabrik itu seperti dilansir TIME, Kamis (15/8/2013)

Instalasi ini akan dibiayai dengan penghematan energi yang dijamin oleh Siemens, senilai US$ 50 juta selama 18 tahun, kata Pantex.

Pengawas proyek adalah Hannon Armstrong, perusahaan keuangan yang khusus bergerak di bidang pembiyaan utang dan ekuitas bagi proyek-proyek infrastruktur.

Perusahaan yang berbasis di Maryland itu berfokus pada “proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan yang meningkatkan efisiensi energi, memberi sumber energi yang lebih bersih, berdampak positif pada lingkungan, atau lebih efisien dalam menggunakan sumber daya alam.”

Pantex sendiri berkomentar soal proyek kincir angin ini: “Kincir Angin Pantex dimaksudkan untuk menghasilkan sekitar 47 juta kWh energi bersih setiap tahunnya, yang lebih besar dari 65% kebutuhan listrik Pantex setiap tahun. Sumber listrik ini cukup untuk digunakan oleh lebih dari 3.500 rumah dan mengurangi emisi CO2 hingga lebih dari 35.000 metrik ton per tahun. Pengurangan ini setara dengan mengurangi 7.200 mobil dari jalan tiap tahun atau menanam 850.000 pohon.”

Terdengar indah dan berdampak bagus untuk lingkungan, tapi menjadi ironi besar kalau mengingat tujuan akhir sumber energi ini untuk membuat bom nuklir. (endy)