Kamis, Oktober 24, 2019
Berita

Anggaran Subsidi BBM Melambung Rp 79 triliun

 

JAKARTA, alumniITS:

Perhitungan pemerintah meleset. Alokasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2012 ditetapkan sebesar Rp 137 triliun. Ternyata alokasi itu, masih kurang.

Kebutuhan untuk subsidi BBM diperkirakan melambung mencapai Rp 216 triliun. Dengan kata lain, subsidi BBM melonjak Rp 79 triliun dari yang dianggarkan semula.

“Anggaran subsidi listrik juga alami lonjakan dari Rp 64 triliun menjadi Rp 89,1 triliun. Melonjaknya anggaran subsidi membuat defisit anggaran pun melebar menjadi 2,3 persen atau Rp 190 triliun,” papar  Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro saat rapat bersama Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/10).

Bambang meminta izin untuk menggunakan dana cadangan energi untuk membayar subsidi listrik sebesar Rp 23 triliun. Mengingat melonjaknya anggaran ini,  tidak lepas dari perubahan harga ICP dari USD 105 ke USD 110 per barel.

Juga membengkaknya anggaran subsidi listrik juga disebabkan keterlambatan COD dan hambatan untuk pemenuhan pasokan gas untuk PLTG. “Pertimbangan penambahan ini karena pasokan BBM dan listrik tidak mencukupi, menjaga kesinambungan pasokan BBM dan listrik untuk masyarakat,” tuturnya seperti dilansir merdeka.com

Bambang menambahkan, penambahan anggaran BBM ini dinilai cukup wajar. Alasannya, kebutuhan energi semakin besar seiring cepatnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Peningkatan alami konsumsi BBM sebesar 8 persen per tahun.

Per Agustus, penggunaan BBM bersubsidi mencapai 29,5 juta KL atau 73,7 persen dari pagu 40 juta KL. “Maka dari itu pemerintah memperkirakan hingga akhir tahun konsumsi BBM subsidi mencapai 43,5 juta KL,” jelasnya sambil menambahkan pembayaran akan dilakukan setelah BPK mengaudit realisasi konsumsi BBM bersubsidi dan listrik. (ndy)