Rabu, November 13, 2019
Berita

Anak Madura Ciptakan Game Save the Hamsters


JAKARTA, alumniITS.com –  Banyak cara membuat matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan. Bahkan, melalui seekor hamster, tanpa sadar kita telah belajar matematika, sekaligus mengasah kemampuan merancang strategi untuk mencapai tujuan.

Sekelompok mahasiswa dari Universitas Trunojoyo, Madura, membuat game berjudul Save the Hamsters. Game ini berhasil menjadi juara kedua dalam kompetisi pembuatan game tingkat mahasiswa sedunia, Imagine Cup 2013, yang diselenggarakan Microsoft di Rusia pada Juli lalu.

Ini adalah sebuah game kasual, dengan peraturan sederhana yang tidak memerlukan komitmen waktu atau keahlian khusus. Siapa saja bisa memainkannya.

Save the Hamsters menyediakan soal matematika. Di stage pertama, yaitu di daerah kawasan The Forest, soal yang disajikan masih berupa penjumlahan. Di stage kedua atau kawasan The Beach, soal yang muncul adalah perkalian. Dalam satu stage terdapat lima belas level.

CEO Solite Studio, Asadullohil Ghalib Kubat mengatakan, pihaknya sedang membuat stage-stage baru untuk soal pengurangan dan pembagian yang hingga kini belum diterbitkan.

Angka-angkanya tertulis di tubuh hamster. Pemain harus menjatuhkan hamster ke tanah berlubang yang berada di bawah layar, agar menjawab soal matematika tersebut seperti gambar di bawah ini:

Di lubang pertama sudah ada hamster dengan angka 10. Lalu, pemain harus menjatuhkan hamster angka 16 di lubang kedua, kemudian menjatuhkan hamster angka 26 di lubang ketiga. Hasilnya nanti adalah: 10 + 16 = 26.

Cara menjatuhkan hamster itu adalah dengan menghancurkan balok tempat si hamster berdiri. Dan jangan lupa, hamster-hamster yang dijatuhkan itu harus mengambil biji-biji jagung berwarna kuning untuk menambah poin. Jika hamster tidak masuk ke lubang atau masuk ke lubang yang salah, pemain harus mengulang level tersebut.

Selain mempelajari soal penjumlahan, pengurangan, perkalian atau pembagian, game ini juga mengasah kemampuan merancang strategi. Sambil menunggu momentum yang tepat untuk menjatuhkan si hamster, kecepatan dan reflek kita pun turut diasah.

Tingkat kesulitannya tidak terlalu tinggi, dan KompasTekno merekomendasikan game ini sangat cocok untuk anak-anak. Dari sisi grafis, Save the Hamsters menawarkan animasi yang cukup menarik serta latar belakang musik yang lumayan enak sebagai pengiring saat bermain.

Sementara ini, Save the Hamsters hanya tersedia di ponsel pintar Windows Phone 7,5 dan 8, serta komputer pribadi bersistem operasi Windows 8. Game ini berhasil meraih 250.000 unduhan dalam waktu dua bulan. Prestasi yang cukup membanggakan dari sebuah game edukatif.

Berkat prestasi juara kedua di lomba Imagine Cup 2013, Solite Studio mendapat hadiah uang sebesar 11.000 dollar AS. Mereka mengatakan, uang itu akan digunakan untuk membangun perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT).

“Kami sudah menyewa rumah sebagai kantor, dan berlangganan akses internet. Dalam waktu dekat ini kita akan bentuk PT dan kerja bersama-sama untuk membuat game-game berikutnya,” ujar Asadullohil.

Selanjutnya, Solite Studio akan memutar otak agar game mereka dapat menghasilkan uang. Beberapa rencana akan mereka lakukan, yakni dengan metode in-app-purchase atau pembelian item digital dalam aplikasi. (endy)