Berita

33 Mahasiswa Asing Blusukan ke Laboratorium ITS


SURABAYA, alumniITS:
Sebanyak 33 mahasiswa asing dari 17 negara di Asia mengenali ITS selama sembilan hari melalui program bertajuk “Community and Technological (CommTECH) 2012” yang berlangsung 26 November hingga 4 Desember 2012.

“Mereka akan ‘blusukan’ laboratorium unggulan ITS, kemudian mendatangi sejumlah mitra ITS terkait biogas, mangrove, dan batik, kemudian mereka akan berwisata ke Bromo,” kata Pembantu Rektor IV ITS Prof Darminto di Surabaya, seperti dilansir antara, Selasa (27/11).

Didampingi ketua panitia CommTECH 2012, Dr Maria Anityasari ST ME, ia menjelaskan program ITS yang didanai PKUI (pengembangan kantor urusan internasional) dan BOPTN (biaya operasional PTN) itu menargetkan “pengakuan” internasional.

“Intinya, kami mengharapkan para mahasiswa asing itu akan mampu menumbuhkan atmosfir internasional di ITS, karena mereka akan mengenal laboratorium unggulan ITS, riset, dan kerja sama ITS dengan pihak lain,” katanya.

Senada dengan itu ketua panitia Dr Maria Anityasari ST ME yang juga Kepala International Office (IO) ITS itu menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya tidak hanya mengundang universitas dari Asia, melainkan juga Amerika, Eropa, dan negara-negara maju.

“Tapi, waktunya yang belum bisa, karena sivitas akademika di negara-negara maju itu biasanya berlibur pada musim dingin atau musim panas, sehingga jadwal untuk CommTECH pada tahun berikutnya akan diatur untuk menyesuaikan mereka,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga tidak hanya mengundang kalangan universitas, namun sejumlah lembaga atau institusi internasional juga akan diajak “blusukan” ITS, seperti ADB, World Bank, dan sebagainya.

“Meski pertama kali digelar dan mereka belum ‘blusukan’, tapi sejumlah perwakilan asing dari Myanmar, Thailand, dan Jepang sudah menyatakan tertarik untuk berkolaborasi, bahkan delegasi Myanmar ingin mewujudkan ‘sister university’ antara ITS dengan Yangon Technological University,” katanya.

Selain ketiga negara itu, peserta lainnya berasal dari Zimbabwe, Kazakhstan, Ghana, Nigeria, Vietnam, Malaysia, Filipina, China, Taiwan, Papua New Gini, Kamboja, Bangladesh, Pakistan, dan Indonesia (dua mahasiswa berprestasi dari ITS).

“Semuanya akan berada di ITS dan Jawa Timur selama sembilan hari. Mereka akan melihat riset energi melalui kunjungan ke Laboratorium FTSP, Hidrodinamika, Perkapalan, Elektro, Robotika, dan Perpustakaan ITS,” katanya.

Mereka juga akan melihat komunitas ITS, di antaranya warga binaan ITS di Nongkojajar (Malang) terkait biogas, lalu kajian mangrove Jurusan Biologi FMIPA ITS di kawasan mangrove di Wonorejo (Surabaya).

“Kami juga akan meninjau pusat inkubator bisnis ITS dengan menikmati UKM mahasiswa yang antara lain membuat mie bayam, nasi jamur, dan sebagainya. Mereka juga akan dikenalkan dengan Bahasa dan Budaya Indonesia di Perpustakaan ITS, seperti angklung, batik, dan sebagainya. Program terakhir adalah berwisata ke Gunung Bromo,” katanya.

Ia menambahkan program baru menyasar tiga target yakni ITS dikenal secara eksternal hingga menumbuhkan pengakuan internasional, kolaborasi antaruniversitas yakni dengan universitas lain, dan target internal yang mendorong jurusan atau fakultas akan berbenah lewat “atmosfir” itu.  (endy – [email protected])