Kiprah AlumniProfil

Dari Laut, Indonesia Tingkatkan Daya Saing dan Meraih Kembali Kejayaan

Tugas berat menanti Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H Purnomo agar tol laut dalam rangka mendorong konektivitas, menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia dapat terwujud. Tidak dapat dipungkiri bahwa, dalam konteks pelaksanaan Nawacita dengan panglima pembangunan adalah “ekonomi maritime”, maka Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memiliki peran yang sangat besar.

Jika berhasil melaksanakan peran tersebut, maka akan memberikan kontribusi bagi keberhasilan pembangunan ekonomi berbasis maritim, tetapi jika tidak berhasil tentu saja akan menjadi instansi yang paling banyak disorot, terlebih pejabat yang digantikannya ditangkap dan menjalani proses hukum.  Tidak sekedar bekerja keras mewujudkan program Kementerian Perhubungan, tetapi juga memperbaiki citra kelembagaan yang rusak karena kasus korupsi tersebut.

Agus H Purnomo, lahir di Sleman 24 Agustus 1961 menyelesaikan pendidikan sarjana dan meraih gelar insinyur dari Jurusan Teknik Mesin ITS tahun 1985, melengkapi pendidikannya dengan gelar Magister Manajemen. Sejak lulus berkarir di BUMN, yaitu di PT Pelindo. Sempat berkarir di swasta yaitu di PT Pabrik Kelapa Sawit Mitra Ogan II sebagai Direktur Proyek tahun 2002-2006. Kemudian menjadi Direktur di PT Barata Indonesia, selanjutnya sebagai Direktur Utama PT Barata Indonesia.

Karirnya berlanjut ke BUMN lain yaitu PT INKA (Persero) dari tahun 2012-2017. Sselama memimpin Inka Agus Purnomo berhasil membuat gebrakan dan meningkatkan kinerja INKA, antara lain membawa BUMN produsen kereta api tersebut untuk memenangkan tender pengadaan  kereta api (KA) di Srilanka dan Bangladesh, Asia Selatan. Selain itu, Inka juga dipercaya untuk pengadaan ratusan unit KA yang akan dioperasikan di dalam negeri baik oleh KAI, MRT, LRT dan lainnya. Prestasi cemerlang ini mengantarkan Agus H Purnomo yang akrab dipanggil Cak Agus dipercaya kembali oleh Kementerian BUMN untuk memimpin PT INKA untuk periode kedua 2017-2022. Namun, takdir berkata lain, baru saja dilantik di bulan Agustus 2017 sebagai Direktur Utama PT INKA untuk periode kedua, Cak Agus dipercaya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sebuah seleksi TPA yang diketuai Presiden Jokowi sebagai Direktur Jenderal perhubungan laut.

Tentu sebuah lompatan tantangan, dari yang biasa mengurus “darat” kemudian dipercaya mengurus “laut” yang menjadi tulang punggung kebijakan pembangunan ekonomi Pemerintahan saat ini.

Agus H. Purnomo melepas posisinya dari Dirut PT INKA setelah dilantik sebagai Dirjen Perhubungan Laut. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap para profesional yang dipilihnya itu bisa mengemban tugas di direktoratnya masing-masing guna memberikan kemajuan bagi dunia transportasi di Indonesia.

Tentu Cak Agus di pilih sebagai Dirjen Perhubungan Laut tidak sekedar karena kompetensi semata, tetapi adalah leadership untuk mampu membawa perubahan, sebagaimana ditekankan Menteri Perhubungan saat melantiknya. Selain itu, Budi berharap para pemimpin baru di masing-masing direktoratnya bisa terus mendorong rencana-rencana yang sudah dilaksanakan dengan kepemimpinan masing-masing.
Berdasarkan pemberitaan di media online, pengangkatan Agus H. Purnomo sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan disambut baik oleh Indonesian National Shipowners’ Association (INSA). Agus didapuk sebagai Dirjen Laut setelah melalui proses lelang jabatan terbuka. Terpilihnya Agus sebagai Dirjen Perhubungan Laut diharapkan memberikan energi baru bagi industri pelayaran nasional. Apalagi melihat rekam jejak Agus yang sukses mendorong produk lokal saat memimpin PT INKA.

“Kita tahu bagaimana kereta api dalam negeri yang diproduksi INKA sudah dioperasikan di Indonesia, bahkan produk INKA juga memenangkan beberapa tender di luar negeri. Pengalaman ini tentu dapat diaplikasikan bersama untuk mendorong dunia pelayaran nasional menjadi tuan di rumah sendiri dan menuju pelayaran kelas dunia,” ujar Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto.

Sebagai kampus maritime terbesar di Indonesia, dipercayanya Alumni ITS sebagai Dirjen Perhubungan, tentu diharapkan dapat memacu ITS untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya terkait dengan maritim. Ini sejalan pula dengan berbagai kegiatan Ikatan Alumni ITS yang terus konsisten mendorong peningkatan kontribuasi ekonomi maritime dalam pembangunan di Indonesia. Seperti kegiatan FGD dibulan Maret 2018 dengan keynote speech Menteri Perhubungan dan IKA ITS menyampaikan rekomendasi kebijakan dalam rangka meningkatkan daya saing dan biaya logistik laut yang semakin efisien.

(diolah dari berbagai sumber)