Berita

2017, AS Bakal Jadi Pengekspor Minyak Terbesar Dunia


PARIS, alumniITS:
Amerika Serikat (AS) bakal menjadi pengekspor minyak dan gas bumi (migas) terbesar di dunia pada tahun 2017 mendatang. Hal tersebut dinyatakan oleh Asosiasi Energi Internasional (IEA).

“Negara kawasan Amerika Utara sedang berada di barisan terdepan dalam produksi minyak dan gas bumi. Transformasi ini sangat berpotensi besar untuk ke depannya,” kata Direktur Eksekutif IEA Marian von der Hoeven, seperti dilansir The Daily Ticker, Selasa (13/11/2012).

Sejak pemerintahan George W. Bush, AS menjalankan kebijakan luar negerinya untuk meningkatkan produksi migas dalam negeri. AS mulai mencoba untuk tidak tergantung dari impor migas bumi dari negara-negara di Timur Tengah, terutama Arab Saudi. Kemudian, kebijakan ini dilanjutkan pemerintahan Barack Obama.

Sejak tahun 2008, produksi migas AS meningkat drastis. Angka impor minyak bumi Negeri Paman Sam ini juga mulai berada di level terendah. Artinya, saat ini, AS sudah selangkah lebih maju untuk menjadi negara produksi migas terbesar di dunia.

IEA menambahkan, AS bisa menjadi negara yang mandiri alias dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri pada 2035 mendatang. Selain itu, AS juga akan menjadi negara pengeskpor gas terbesar pada 2020 mendatang.

Menurut data Gedung Putih, produksi migas AS telah melonjak 15% dalam empat tahun terakhir. Namun, dengan meningkatnya pasokan ini, harga gas menurun.

Adapun untuk minyak, impor minyak mentah AS telah menurun menjadi 1,5 juta barel per hari. Sedangkan, produksi minyak AS telah meningkat lebih dari 720.000 barel per hari sejak tahun 2008.

Gedung Putih juga mengungkap, AS memiliki persediaan pasokan gas hingga 100 tahun mendatang. Dengan melimpahnya sumber bahan bakar ini, AS berpeluang menjadi negara pengekspor migas terbesar di dunia. “Implikasi dari kebijakan luar negeri (AS) jauh lebih besar dari kebijakan ekonomi lainnya,” kata seorang para ekonomi AS, Aaron Task.

Presiden Obama mengatakan, produksi gas alam besar-besar berdampak positif pada bertambahnya 600.000 pekerjaan pada akhir dekade ini. (endy – [email protected])