Berita

2016, PLTP Sarulla Beroperasi

JAKARTA, alumniITS – PT. PLN (Persero) melakukan penandatanganan Joint Operation Contract (JOC) dan Energy Sale Contract (ESC) dengan anak usaha PT. Pertamina (Persero) yaitu Pertamina Geothermal Energi (PGE) dalam mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla.

“JOC dan ESC sudah kita tandatangani pada hari selasa minggu lalu (12/2), dan PGE pada hari kamisnya (14/2),” ujar
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji di Jakarta, Rabu (20/2).

Nur menambahkan, untuk pembelian listrik dari PLTP Sarulla tersebut, PLN telah menyepakati harga sekitar US$ 6,7 sen per kilowatt hour (Kwh). “Harga itu sudah hasil dari lelang yang kita dapat sejak lama, sebelum saya jadi direksi,” ujarnya.

Diperkirakan, Sarulla mulai bisa beroperasi pada 2016, dengan kapasitas awal 110 MW, dari target 3×110 MW. Sedangkan PLTP Sarulla sendiri kapasitasnya diperkirakan bisa mencapai 600 MW. “Operasi full-nya tergantung ekspansi yang dilakukan,”  ujarnya.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pihaknya masih menunggu persetujuan dari pihak Sarulla Operation Limited (SOL) terkait pengalihan aset Sarulla ke PGE.

Rida menambahkan saat ini pengalihan aset tersebut masih harus menunggu pihak SOL yang akan datang dari Jepang. Selain itu pihak SOL masih menunggu kepastian dari Ditjen Pajak terkait pajak pengalihan aset Sarulla tersebut.

Rida optimistis proyek pengembangan PLTP Sarulla tersebut dapat dijalankan tahun ini. “Harus, pak Menteri kan sudah bilang harus. Kalau semua tanda tangan berarti semua administrasi sudah terpenuhi,” tuturnya. ([email protected])