Berita

2015, Indonesia Jadi Basis Industri Asia Tenggara


JAKARTA, alumniITS:
Pemerintah optimis geliat industri Indonesia semakin maju terutama sektor manufaktur, pertambangan dan pertanian. Hal ini ditopang oleh derasnya dana investasi asing langsung pada sektor tersebut.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Indonesia akan lebih diarahkan sebagai basis produksi dalam menyongsong pasar tunggal ASEAN di 2015.

“Tanda-tanda Indonesia menjadi production base sudah terlihat. Industri meningkat, manufaktur tumbuh, tentu itu artinya dunia melihat Indonesia paling baik untuk investasi,” ujarnya saat ditemui di acara Forbes Awards di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12) malam.

Penduduk ASEAN yang mencapai 600 juta orang, menjadi pasar yang menarik untuk dieksplorasi. Jumlah penduduk yang besar membuat kebutuhan akan produk makanan dan minuman meningkat. “Makanan dan minuman dengan basis pertanian akan meningkat sejalan dengan middle class yang meningkat,” katanya seperti dikutip Merdeka.com

Kekayaan alam Indonesia yang besar membuat industri pengolahan atau hilirisasi dalam bidang smelter akan tumbuh pesat. “Di samping itu sektor manufaktur turut mulai menunjukkan peningkatan,” ungkap Hatta.

Tingginya minat investasi serta besarnya konsumsi domestik Indonesia memberi keyakinan pertumbuhan ekonomi minimal mencapai angka 6,3 sampai 6,5 persen tahun depan. Hal ini meringankan target pemerintah disaat sumbangan ekspor menurun akibat krisis dunia.

Pemerintah mengklaim PMTB sudah di atas 30 persen dari produk domestik bruto (PDB) yang serta memberikan sumbangan 3,2 persen dari sisi investasi. “Sumbangan sektor konsumsi kita berada di 3,2 sampai 3,3 persen. Maka saya katakan kalau terjadi shock pada ekspor, kita nettonya (pertumbuhan) masih dapat ngunci di kisaran 6,3 persen,” ungkapnya. (endy – [email protected])