Berita

2013, Kredit Perbankan Optimis Tumbuh 23-24 Persen


JAKARTA, alumniITS:
Kalangan perbankan optimistis pertumbuhan kredit tahun depan masih melaju kencang seperti tahun ini. Dengan dukungan pertumbuhan ekonomi nasional 6,3-6,8 persen, kredit perbankan 2013 diharapkan masih bisa tumbuh 20-24 persen.

Meski peluang ekspansi masih besar, industri perbankan tahun depan menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kesediaan dana pihak ketiga (DPK) dan permodalan.

Para bankir berharap pasokan DPK tetap berkelanjutan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan derasnya arus modal masuk ke Indonesia. Tanpa dukungan likuiditas memadai, para bankir khawatir akan memunculkan perebutan dana antarbank yang akhirnya memicu kenaikan suku bunga simpanan.

Demikian rangkuman pendapat seperti dilaporkan Investor Daily,  dari Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Zulkifli Zaini, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk Gatot M Suwondo, Direktur Utama BRI Sofyan Basir.

Hingga akhir tahun ini, Bank Indonesia (BI) memperkirakan, ekses likuiditas perbankan mencapai Rp400 triliun, meningkat dari posisi Oktober 2012 yang tercatat Rp300 triliun. Peningkatan ekses likuiditas itu seiring dengan ekspansi pemerintah yang biasanya menggenjot penyerapan anggaran pada akhir tahun. Namun, kondisi ekses likuiditas ini tidak setinggi tahun lalu yang mencapai Rp600 triliun.

Meski kondisi Eropa dan Amerika Serikat belum menentu, Bank Mandiri berani memproyeksikan ekspansi kredit pada 2013 di kisaran 20-22 persen. “Kalau ekonomi Indonesia masih tumbuh, saya kira peluang perbankan memberikan kredit sama baiknya,” jelas Zulkifli Zaini di Jakarta, Rabu (12/12).

Hingga September 2012, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sebesar Rp365,2 triliun, tumbuh 22,8 persen dibandingkan periode sama 2011. Pertumbuhan kredit tertinggi terjadi pada segmen mikro yang naik hingga 77,3 persen menjadi Rp 16,8 triliun, sedangkan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tumbuh 30 persen menjadi Rp50,6 triliun.

Untuk menunjang ekspansi kredit, menurut Zulkifli, Bank Mandiri masih mengandalkan pertumbuhan DPK. Tahun depan, bank BUMN itu berharap DPK-nya bisa bertambah 15-17 persen, lebih baik ketimbang posisi September 2012 yang hanya bertumbuh 14,48%.

“Opsi lainnya adalah penerbitan subdebt. Namun, kami belum bisa bicara detail karena menunggu rencana bisnis bank (RBB) disetujui BI dulu,” kilah Zulkifli.

Di tengah situasi yang penuh tantangan, Gatot Suwondo tetap yakin Bank BNI tahun depan masih bisa menggenjot kredit 20-22 persen. BNI masih tetap fokus kepada delapan industri unggulan plus industri-industri unggulan di daerah.

Delapan industri unggulan itu adalah pertanian, komunikasi, kelistrikan, perdagangan, migas-pertambangan, konstruksi dan industri permesinan, industri makanan dan minuman, serta bahan kimia termasuk pupuk serta barang dari karet.

Sofyan Basir juga melihat peluang ekspansi kredit masih terbuka. Pada 2013, BRI menargetkan pertumbuhan kredit 18-22 persen, lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal III-2012 yang hanya 15,30 persen (yoy).

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, BRI akan membuka 840 jaringan kantor baru. “Dari jumlah tersebut, 100 kantor merupakan BRI Unit, 500 berupa Teras BRI, dan sisanya kantor lainnya seperti kantor cabang, cabang pembantu dan kantor kas,” papar Sofyan Basir. (endy – [email protected])