Selasa, Oktober 22, 2019
Berita

2013, Ekonomi Global Diprediksi Melorot Tajam

LONDON, alumniITS:
Pertumbuhan ekonomi global untuk 2013 diperkirakan akan mengalami penurunan yang tajam.  Menurut Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan hanya 1,4% bukan 2,2% seperti perkiraan sebelumnya.

OECD mengatakan krisis utang di negara-negara dengan mata uang euro masih menjadi ancaman terbesar dalam pertumbuhan ekonomi global.

Organisasi yang antara lain beranggotakan negara-negara terkaya di dunia ini menegaskan diperlukan kebijakan yang tegas untuk mencegah dunia kembali masuk ke jurang resesi.

Selain krisis utang di Eropa, OECD secara khusus juga mencermati fiscal cliff di Amerika Serikat. Persoalan Yunani Istilah tersebut dipakai untuk mengacu pada pemotongan anggaran dan kenaikan pajak yang ditujukan untuk mengurangi utang pemerintah AS, yang mulai diterapkan Januari 2013. “Persoalan fiskal di AS, jika benar-benar menjadi kenyataan, bisa menyebabkan dunia mengalami resesi,” ujar Angel Gurria, sekjen OECD.

Laporan OECD yang dikeluarkan Selasa (27/11) seperti dilansir BBC itu, hanya beberapa jam setelah Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) setuju untuk kembali mengeluarkan pinjaman untuk Yunani.

Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras memuji kesepakatan yang telah ditunggu-tunggu ini, dengan menyebutnya sebagai lembaran baru Yunani. Namun pihak oposisi mengatakan kesepakatan Uni Eropa, IMF, dan Yunani tidak lebih dari kompromi setengah hati.  (endy – [email protected])