Berita

2012, Pertumbuhan Industri Reksa Dana Tiak Sesuai Target

JAKARTA, alumniITS:

Pertumbuhan dana kelolaan reksa dana tahun 2012 diperkirakan tidak sesuai target, cuma menyentuh angka 7 persen. Kondisi ini jauh menyusut dibandingkan prediksi industri diawal tahun sebesar 15 persen.

“Ada beberapa faktor penyebab.  Bisa jadi karena tren suku bunga, jatuh tempo reksa dana terproteksi tapi ada juga yang melakukan penarikan (redeem),” papar Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto
pada edukasi pasar modal di Gedung Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (17/10)

Abiprayadi mengatakan, tren suku bunga dan perekonomian global turut mempengaruhi dana kelolaan reksa dana tersebut. “Tren suku bunga, kondisi indeks saham dan perekonomian global turut mempengaruhi persepsi investor,” ujarnya.

Pertumbuhan dana kelolaan reksa dana baru kemungkinan hanya akan mencapai 7 persen-8 persen di 2012. Dana kelolaan tersebut akan didukung dari dana kelolaan reksa dana saham dan terproteksi, tambahnya seperti dilansir beritasatu.com

Abiprayadi mengatakan, konsensus perkiraan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 4.400 pada akhir 2012 dapat mendorong pertumbuhan reksa dana. Kenaikan IHSG bila kondisi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat tidak ada kejutan.

“Konsensus IHSG di level 4.400 dengan catatan tak ada surprises baru di Eropa dan Amerika Serikat. Kalau Amerika Serikat relatif baik sedangkan Eropa masih panjang ceritanya bahkan diprediksikan bisa mencapai 10 tahun,” kata Abiprayadi.

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dana kelolaan dari Januari 2012 hingga September 2012 naik sekitar 4,7 persen. Dana kelolaan dari Januari 2012 sekitar Rp163,54 triliun menjadi Rp171,61 triliun pada September 2012. (ndy)